IT Bootcamp

Belajar Mengenai Jaringan, Server, dan Website.

Tampilkan postingan dengan label MTCNA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MTCNA. Tampilkan semua postingan

MTCNA 9.1. Tehnik Basic Security Router Mikrotik (Firewall) menggunakan Chain Input


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Pada kesempatan kali ini saya ingin menjelaskan mengenai beberapa tehnik yang dapat digunakan untuk menjaga keamanan router Mikrotik.

Konsep Dasar

Tehnik Security Router Mikrotik dapat dibagi menjadi 2 tehnik, yaitu:
  • Tehnik 1 (drop some and accept all)
Pada tehnik yang pertama ini router akan membuang (drop) beberapa paket yang tidak dibutuhkan kemudian menerima (accept) semua paket yang dibutuhkan.
  • Tehnik 2 (accept some and drop all)
Pada tehnik yang kedua ini router akan menerima (accept) beberapa paket yang dibutuhkan kemudian membuang (drop) semua paket yang tidak dibutuhkan.

Dalam melakukan tehnik security ini kita akan menggunakan chain input yang dimana chain input pada router Mikrotik mempunyai kegunaan sebagai berikut:
  1. Berperan untuk melakukan filter terhadap paket-paket yang ditujukan bagi interface router.
  2. Berguna untuk membatasi akses terhadap router.
  3. Membatasi akses terhadap port yang ada disetiap interface router untuk keamanan router tersebut.

Topologi dan Ketentuan



  • Block semua port kecuali port DNS dan Winbox
  • Tambahkan admin yang dapat mengakses semua port
  • Cek menggunakan NMAP (aplikasi scanning port)

Tehnik 1 (drop some and accept all)

Lakukan konfigurasi IP Address sesuai pada topologi. Disini kita konfigurasi ip address 192.168.20.1/24 untuk interface ether2 (yang mengarah ke client) dan ip address 172.18.0.20/24 untuk interface ether1 (yang mengarah ke internet).
[admin@Gilang] > ip address add address=192.168.20.1/24 interface=ether2
[admin@Gilang] > ip address add address=172.18.0.20/24 interface=ether1
Agar router dapat mengakses internet maka lakukan routing menuju internet menggunakan static default route dan tambahkan juga konfigurasi DNS Server. Koneksikan juga client ke internet dengan melakukan konfigurasi firewall nat pada router.
[admin@Gilang] > ip dns set servers=172.18.0.1,8.8.8.8 allow-remote-requests=yes
[admin@Gilang] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=172.18.0.1
[admin@Gilang] > ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade 
Kemudian lakukan konfigurasi firewall filter. Karena disini kita menggunakan tehnik 1 yaitu drop some and accept all, berarti rule yang pertama kita buat adalah rule drop kemudian selanjutnya baru rule accept nya. Terlebih dahulu kita harus melakukan dropping paket pada port yang tidak boleh akses client. Disini client saya menggunakan ip address 192.168.20.10/24 dan untuk adminnya (yang dapat mengakses semua port) menggunakan ip address 192.168.20.20/24.

"Karena pada kali ini kita memblok satu ip address saja, jadi kita bisa tuliskan src-addressnya menggunakan ip address yang akan kita blok, misalnya 10.10.10.3. Tetapi bagaimana jika kita ingin memblok banyak ip address? Jika kita ingin memblok banyak ip address kita bisa mengisikan src-address menggunakan range ip address yang akan kita blok, misalnya 10.10.10.3-10.10.10.10"
[admin@Gilang] > ip firewall filter add chain=input in-interface=ether2 protocol=tcp dst-port=21,23,80,22,2000 src-address=192.168.20.10 action=drop 
[admin@Gilang] > ip firewall filter add chain=input in-interface=ether2 action=accept     

[admin@Gilang] > ip firewall filter print terse 
 0    chain=input action=drop protocol=tcp src-address=192.168.20.10 in-interface=ether2 dst-port=21,23,80,22,2000 log=no log-prefix="" 
 1    chain=input action=accept in-interface=ether2 log=no log-prefix="" 

Verifikasi

Untuk verifikasinya disini kita coba setting IP Address untuk PC Admin terlebih dahulu. 

Buka aplikasi NMAP, aplikasi NMAP ini yang nantinya akan melakukan scanning port, jadi kita bisa tahu port mana saja yang dapat diakses oleh kita. Untuk melakukan scanningnya kita isikan target dengan ip address interface router. Kemudian untuk profilenya kita bisa pilih intense scan plus UDP agar port TCP dan UDP dapat ter scan. Selanjutnya klik scan untuk memulai melakukan scanning dan tunggu beberapa saat hingga proses scanning selesai. Maka disana akan terlihat port yang dapat diakses oleh kita. 

Sekarang kita coba lakukan setting IP Address pada PC Client.

Lakukan cara yang sama seperti PC Admin saat melakukan scanning yaitu menggunakan aplikasi NMAP. Isikan target >> pilih profile >> lakukan scanning. Maka disana akan terlihat port yang terbuka. Mengapa hanya port DNS dan port Winbox saja yang terbuka? karena sebelumnya kita telah melakukan filter pada ip address 192.168.20.10


Tehnik 2 (accept some and drop all)

Disini kita masih menggunakan topologi diatas. Hal yang pertama dilakukan tentunya konfigurasi IP Address yang sesuai pada topologi.
[admin@Gilang] > ip address add address=192.168.20.1/24 interface=ether2
[admin@Gilang] > ip address add address=172.18.0.20/24 interface=ether1
Kemudian agar router dan client dapat mengakses internet lakukan konfigurasi DNS Server, static default route. dan firewall nat.
[admin@Gilang] > ip dns set servers=172.18.0.1,8.8.8.8 allow-remote-requests=yes
[admin@Gilang] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=172.18.0.1
[admin@Gilang] > ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade 
Selanjutnya lakukan konfigurasi firewall filter. Karena disini kita menggunakan tehnik 2 yaitu accept some and drop all, berarti rule pertama yang harus ditambahkan adalah rule accept terlebih dahulu kemudian rule dropnya.
[admin@Gilang] > ip firewall filter add chain=input in-interface=ether2 protocol=tcp dst-port=53,8291 action=accept 
[admin@Gilang] > ip firewall filter add chain=input in-interface=ether2 src-address=192.168.20.20 action=accept 
[admin@Gilang] > ip firewall filter add chain=input in-interface=ether2 action=drop 

[admin@Gilang] > ip firewall filter print terse   
 0    chain=input action=accept protocol=tcp in-interface=ether2 dst-port=53,8291 
 1    chain=input action=accept src-address=192.168.20.20 in-interface=ether2 
 2    chain=input action=drop in-interface=ether2 

Verifikasi

Untuk verifikasinya sama saja seperti verifikasi pada tehnik 1. Anda hanya perlu melakukan konfigurasi IP Address pada masing-masing PC kemudian lakukan scanning port menggunakan aplikasi NMAP, maka disana akan terlihat port yang terbuka.




Sekian dari saya mengenai Tehnik Basic Security pada Router Mikrotik selebihnya saya mohon maaf jika terdapat kesalahan penulisan pada postingan kali ini. Jika anda kurang paham dengan postingan ini, kalian dapat bertanya melalui kolom komentar. Terima kasih.

MTCNA 8. Backup, Restore, Export dan Import Router Mikrotik

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Pada kesempatan kali ini saya ingin menjelaskan sedikit tentang backup dan restore di MikroTik. Backup dan restore di MikroTik tentunya dapat dilakukan dengan berbagai cara, tidak hanya itu saja, backup dan restore di MikroTik mempunyai fungsi yang berbeda beda. Backup dan restore di MikroTik dapat dilakukan dengan cara berikut.
  • Backup Restore
  • Export Import

Dari cara diatas yang mungkin sering kita kenal adalah cara yang pertama, yaitu backup restore. Tetapi anda tidak perlu khawatir karena disini saya akan menjelaskan kedua cara tersebut. Dari kedua cara tersebut tentunya memiliki fungsi yang berbeda beda. Berikut fungsinya yang berbeda.

Backup Restore Export Import
Membackup secara keseluruhan sistem (termasuk user) Membackup seluruh konfigurasi (selain user)
Bisa membackup user Tidak bisa membackup user
Tidak bisa membackup konfigurasi tertentu, misalnya backup ip address saja Bisa membackup konfigurasi tertentu, misalnya backup ip address saja
File berbentuk binary File berbentuk script
File backup tidak bisa diedit File backup bisa diedit manual menggunakan text editor
Memerlukan restart saat merestore Tidak memerlukan restart saat merestore
Dapat membuat file backup dengan autentikasi Tidak dapat membuat file backup dengan autentikasi

Backup Restore

Oke disini kita akan mencoba melakukan backup konfigurasi menggunakan cara yang pertama, yaitu backup restore. Seperti yang anda lihat dibawah, berikut adalah konfigurasi yang terdapat pada router saya. Pada kali ini saya hanya mengkonfigurasi ip address dan menambahkan user pada router MikroTik saya.
Melihat Konfigurasi

1. Untuk melakukan backup anda dapat mengetikkan command system backup save name=backupgilang. Backupgilang merupakan nama file backupnya. Terserah anda ingin menamai file backupnya apa.
Melakukan Backup dengan Backup Restore

2. Untuk melihat file backup anda dapat melihatnya dengan mengetikkan command file print. Maka akan muncul file backupnya dalam bentuk binary.
Melihat file backup

Jika anda menggunakan WinBox, anda dapat melihat file backup pada menu Files. Maka file backup akan terlihat seperti gambar dibawah.
Melihat file backup


Setelah kita melakukan backup dengan cara backup restore, maka pada kali ini kita lakukan restore menggunakan file backup tadi. 

1. Terlebih dahulu anda download (Windows dan Linux), copy paste (Windows), drag drop (Windows) atau ambil dari FTP ( Windows dan Linux) file backup tersebut.

2. Kemudian kita reset routernya menggunakan command system reset-configuration. Maka router akan melakukan restart sejenak.
Reset router Mikrotik

3. Lakukan login kembali kemudian cek konfigurasi, maka konfigurasi pada router akan hilang karena sebelumnya sudah kita reset routernya. Untuk merestorenya, upload file backup melalui WinBox ataupun FTP. Kemudian ketikkan command system backup load name=backupgilang.backup untuk melakukan restore. Backupgilang.backup merupakan nama file backup. Setelah itu anda akan dimintai password, karena sebelumnya kita membackup konfigurasi tanpa password maka tekan Enter saja untuk melewati autentikasi tersebut. Kemudian router akan meminta restart untuk merestore semua konfigurasi sistem. 
Melakukan restore


4. Lakukan login kembali pada router kemudian cek seluruh konfigurasi anda. Maka seluruh konfigurasi akan muncul kembali termasuk user yang telah dibuat.
Melihat konfigurasi


Export Import

Oke setelah kita membackup konfigurasi menggunakan backup restore, sekarang kita membackup konfigurasi menggunakan cara export import. Disini saya sudah mempunyai konfigurasi ip address dan firewall nat pada router saya.

1. Untuk melakukan backup konfigurasi anda dapat mengetikkan command export file=exportgilang. Exportgilang merupakan nama file backup. Terserah anda ingin menamai file backupnya apa. Kemudian cek file backup menggunakan command file print, maka akan muncul file backup dalam bentuk script dan berekstensi .rsc.
Melakukan backup

Jika anda menggunakan WinBox anda dapat melihat file backup melalui menu Files. Maka file backup akan terlihat seperti gambar berikut.
Melihat file backup

3. Berbeda dengan backup restore, jika kita menggunakan export import kita bisa melihat seluruh konfigurasi pada file backup melalui notepad. Terlebih daluhu ambil file backup melalui FTP atau dengan mendownload seperti cara sebelumnya. Berikut konfigurasi yang terdapat pada router saya.
Melihat konfigurasi


Untuk melakukan restorenya sama saja seperti cara sebelumnya. Terlebih dahulu lakukan reset router menggunakan command system reset configuration.

1. Lakukan login kembali kemudian cek konfigurasi yang terdapat pada rouer. Pastikan seluruh konfigurasi pada router hilang. Kemudian upload file backup lalu lakukan restore dengan mengetikkan command import file-name=exportgilang.rsc. Exportgilang merupakan nama file backupnya. Disini router tidak akan melakukan restart jadi kita bisa langsung mengecek konfigurasinya.
Melakukan restore


Demikianlah artikel pada kali ini jika terdapat kesalahan kata pada artikel yang anda baca, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Jika anda masih kurang paham atau kurang mengerti akan artikel yang saya sampaikan, anda dapat mengetikkan keluhan anda melalui kolom komentar. Terima kasih.

MTCNA 4.3. Mengkoneksikan Router Mikrotik ke Internet Menggunakan Hotspot Handphone (2 kata)

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi tentang caranya mengkoneksikan MikroTik ke internet menggunakan hostpot/SSID handphone. Sebenarnya postingan ini sudah saya posting pada kesempatan sebelumnya. Hanya saja, postingan saya yang sebelumnya itu menggunakan SSID dengan 1 kata, misalnya gilangganteng. Nah disini saya ingin menggunakan SSID dengan 2 kata, misalnya gilang ganteng. Oke langsung saja kita lihat konfigurasinya.

Konfigurasi Handphone

Hal pertama yang harus anda perhatikan adalah pastikan anda mempunyai handphone. Kemudian atur hotspot SSID, type keamanan dan sandi yang akan anda gunakan pada hotspot handphone anda. Disini saya mengatur SSID dengan nama Moc Gilang dengan type keamanan WPA2 PSK dan sandi untuk hotspotnya adalah 12345678. Kemudian nyalakan hotspot tersebut.
Setting Hotspot


Konfigurasi Router MikroTik

1. Lihat semua interface yang ada pada router MikroTik menggunakan command berikut. 
[admin@Gilang] > interface print
Disana terdapat berbagai interface, karena disini kita akan mengkoneksikan router MikroTik ke internet melalui wireless maka interface yang kita gunakan adalah interface wlan. Disana terlihat bahwa interface wlan1 masih dalam keadaan disable (ditandai dengan tanda X). Maka kita enable kan dulu interface wlan tersebut menggunakan command berikut.
[admin@Gilang] > interface enable wlan1
Mengaktifkan interface wlan


2. Langkah selanjutnya kita buat security profile. Security profile ini gunanya untuk autentikasi. Pastikan saat membuat security profile ini passwordnya sama dengan password yang ada pada hotspot handphone.
Membuat Security Profile


3. Kemudian kita atur untuk koneksi internetnya. Disini kita setting router sebagai station. Gunakan security profile yang kita buat sebelumnya sebagai autentikasi dari koneksi internet yang akan dipakai router.
Mengatur Koneksi Internet

Sekarang atur SSID yang akan digunakan oleh router sebagai sumber internet.
Mengatur Koneksi Internet

Ganti MikroTik menjadi nama SSID yang ada pada handphone anda.
Mengatur Koneksi Internet

Atau anda juga dapat mengetikkan command berikut jika cara pada langkah 3 diatas terlalu ribet. 
[admin@Gilang] > interface wireless set wlan1 mode=station band=2ghz-b/g/n security-profile=gilang ssid="Moc Gilang"


4. Cek inteface wireless anda maka akan muncul informasi mengenai SSID yang telah terkoneksi dengan router anda.
Mengecek Interface Wireless


5. Sampai disini router belum bisa melakukan koneksi ke internet. Mengapa? Karena router belum mempunyai ip address. Kita atur ip address yang ada pada router dengan mengatur router sebagai dhcp-client (penerima ip dynamic). 
Setting DHCP Client


6. Secara default dhcp-client pada interface wireless masih disable dan invalid, maka kita aktifkan terlebih dahulu dhcp-client pada interface wireless. Kemudian cek apakah kita sudah mendapatkan ip address? Jika belum maka tunggu beberapa saat.
Mengaktifkan DHCP Client


7. Cek kembali sampai kita mendapatkan ip address.
Mengecek ip address

Mengecek ip address

Pengujian

Untuk pengujiannya tentu saja dengan melakukan ping ke internet. Disini kita coba lakukan ping ke internet dengan mengetikkan ping google.com. Pastikan saat melakukan ping, anda mendapatkan reply.
Melakukan koneksi ke internet

Demikianlah artikel pada kali ini jika terdapat kesalahan kata pada artikel yang anda baca, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Jika anda masih kurang paham atau kurang mengerti akan artikel yang saya sampaikan, anda dapat mengetikkan keluhan anda melalui kolom komentar. Terima kasih.

MTCNA 5. Mengaktifkan dan Menonaktifkan Fitur Router MikroTik

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Pada kali ini saya akan menjelaskan tentang cara mengaktifkan dan menonaktifkan fitur pada router MikroTik. Oke langsung saja saya jelaskan mengenai topik tersebut. 

Salah satu cara admin jaringan dalam mengurangi beban router adalah dengan menonaktifkan fitur yang tidak dibutuhkan, misalnya dalam suatu kasus, admin jaringan tidak menggunakan fitur hotspot yang terdapat pada router MikroTik. Jika admin jaringan tersebut membiarkan fitur tersebut tetap aktif, tentu saja hal tersebut akan menambahkan beban pada router. Untuk mengurangi beban yang ada pada router, admin jaringan menggunakan salah satu cara yaitu dengan menonaktifkan fitur yang tidak digunakan sehingga beban router menjadi lebih ringan.

Disini saya akan mencoba mengaktifkan dan menonaktifkan fitur yang terdapat pada router MikroTik. Untuk lebih jelasnya silahkan pahami dan ikuti langkah dibawah ini.

Menonaktifkan Fitur pada Router MikroTik

1. Lakukan login router MikroTik. Kemudian kita cek dahulu fitur yang akan kita nonaktifkan. Disini saya mencoba menonaktifkan fitur hotspot pada router MikroTik saya. Pada gambar dibawah, saya masih bisa melihat fitur hotspot pada router MikroTik saya.
Mengecek fitur hotspot


2. Masuk ke menu Packages. Untuk pengguna GUI dapat mengklik menu System >> Packages. Untuk pengguna CLI dapat mengetikkan command berikut untuk melihat paket yang terdapat pada router MikroTik.
[admin@MikroTik] > system package print 
Disini kita mencoba menonaktifkan fitur hotspot pada router MikroTik, caranya klik fitur tersebut kemudian klik Disable. Untuk pengguna CLI dapat mengetikkan command berikut.
[admin@MikroTik] > system package disable hotspot
Menonaktifkan Fitur Hotspot

Maka akan terdapat tulisan scheduled for disable, artinya fitur tersebut sudah dijadwalkan akan nonaktif setelah anda me-restart router. 
Menonaktifkan Fitur Hotspot

Kemudian lakukan restart dengan mengklik menu System >> Reboot. Untuk pengguna CLI dapat mengetikkan command berikut.
[admin@MikroTik] > system reboot  

3. Lakukan login kembali kemudian lihat pada Packages. Bisa kita lihat disini fitur tersebut sudah nonaktif.
Melihat fitur yang di nonaktifkan


4. Sekarang kita coba lihat fitur hotspotnya sudah tidak ada.
Mengecek fitur hotspot

Mengaktifkan Fitur pada Router MikroTik

1. Untuk mengaktifkan fitur hampir sama seperti cara menonaktifkan fitur yang sudah saya jelaskan diatas. Pertama masuk menu Packages dengan mengklik menu System >> Packages. Untuk pengguna CLI dapat mengetikkan command berikut untuk melihat fitur yang aktif dan nonaktif.
[admin@MikroTik] > system package print 

2. Kemudian pilih fitur yang ingin anda aktifkan, misalnya disini fitur hotspot saya nonaktif dan saya ingin mengaktifkan kembali fitur hotspotnya. Klik fitur tersebut kemudian klik Enable. Untuk pengguna CLI dapat mengetikkan command berikut
[admin@MikroTik] > system package enable hotspot  
Mengaktifkan fitur hotspot

Maka akan terdapat tulisan scheduled for enable, artinya fitur tersebut sudah dijadwalkan akan aktif setelah anda me-restart router. 
Mengaktifkan fitur hotspot


3. Lakukan restart dengan mengklik menu System >> Reboot. Untuk pengguna CLI dapat mengetikkan command berikut.
[admin@MikroTik] > system reboot

4. Kemudian lakukan login kembali lalu cek Packages maka fitur tersebut akan aktif. Untuk pengguna CLI dapat mengetikkan command berikut untuk mengecek fitur yang aktif dan nonaktif pada router.
[admin@MikroTik] > system package print 
Mengecek fitur


5. Cek juga fitur yang yang anda aktikan tadi. Pastikan saat mengecek fitur, terdapat fitur yang anda aktifkan tadi.
Mengecek fitur


Demikianlah artikel pada kali ini semoga bermanfaat bagi anda semua. Jika terdapat kesalahan penulisan kata dalam artikel ini saya mohon maaf. Jika anda masih kurang paham atau kurang mengerti akan topik yang saya bahas pada kali ini, anda dapat menuliskan keluhan anda pada kolom komentar yang tersedia. Terima kasih.

MTCNA 3.6. Installasi Mikrotik RouterOS menggunakan Netinstall

Deskripsi

Seperti sistem operasi lainnya, MikroTik RouterOS juga dapat kita install ulang. Install ulang dilakukan jika ada permasalahan pada sistem operasi yang kita gunakan, misalnya ngehang atau permasalahan lainnya. Tetapi ada yang hal yang sedikit berbeda saat kita ingin menginstall ulang MikroTik RouterOS, yaitu menggunakan program aplikasi Netinstall.

Netinstall merupakan program aplikasi yang digunakan untuk menginstall MikroTik RouterOS pada PC atau RouterBoard melalui jaringan ethernet. Jadi, saat kita ingin menginstall ulang MikroTik RouterOS kita harus melalui jaringan ethernet (wajib), Bagaimana jika dilakukan tanpa melalui jaringan ethernet? Jika tidak dilakukan melalui jaringan ethernet maka installasi akan gagal.

Alat dan bahan yang dibutuhkan

  • Router MikroTik yang ingin di install ulang
  • Program aplikasi Netinstall
  • File .npk yang sesuai dengan sistem dan arsitektur router anda
  • Laptop atau PC
  • Kabel LAN/ethernet
  • Lidi atau alat lainnya untuk menekan tombol reset router

Melakukan Persiapan

1. Kunjungi website resmi MikroTik kemudian download file (.npk) yang dibutuhkan untuk melakukan install ulang MikroTik. Pilih file yang sesuai dengan arsitektur router MikroTik anda dan pilih juga versi RouterOS yang akan anda install. Download juga aplikasi Netinstall nya.
Download file npk dan Download Netinstall


2. Setelah file sudah anda download, buat folder kemudian masukkan file yang anda download tadi kedalam folder tersebut. Disini saya membuat folder dengan nama GilangPackage dan folder tersebut berisi file MikroTik RouterOS yang telah saya download.
Buat folder dan masukkan file MikroTik RouterOS


3. Setelah mendownload file dan aplikasi yang dibutuhkan, selanjutnya matikan (disable) semua network adapter pada laptop atau PC anda. Nyalakan network adapter Ethernet (PCIe GBE Family Controller) saja.
Disable Network Adapter


4. Setting ip address pada laptop atau PC anda pada network adapter tersebut. Isikan sebagai berikut:
Misalnya,
IP Address: 192.168.88.220
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.88.120
Note "Anda boleh mengganti ip address, subnet mask, dan gateway diatas, tapi dengan catatan harus satu network "
Setting IP Address


5. Matikan semua firewall pada laptop atau PC anda. Jika anda mempunyai antivirus, maka disarankan untuk mematikan antivirus, karena antivirus memiliki firewall.
Disable Firewall dan Antivirus

Melakukan Installasi

1. Buka aplikasi Netinstall yang telah anda download sebelumnya. Untuk membukanya harus menggunakan Run As Administrator (wajib), kalau tidak menggunakan Run As Administrator maka aplikasi tersebut tidak akan terbuka.

Buka Aplikasi Netinstall


2. Pilih Net Booting, centang Boot Server enabled. Kemudian pada Client IP address isikan ip gateway. Karena tadi saya mengatur ip gatewaynya adalah 192.168.88.120, maka saya isi 192.168.88.120.
Setting Boot Server


3. Colokkan kabel LAN pada laptop atau PC anda kemudian hubungkan dengan router MikroTik anda. 
Menghubungkan kabel LAN


4. Kemudian pencet atau colok tombol reset pada router menggunakan lidi atau pengait kecil lainnya.
Note "Jangan nyalakan router dulu, cabut kabel power yang ada pada router anda"
Menekan tombol Reset


5. Jangan lepas lidi yang ada pada tombol reset. Setelah tombol reset sudah benar di pencet, barulah pasang kabel power pada router (pencet terus tombol reset). Coba lihat pada Netinstall, dan jangan lepaskan lidi pada tombol reset sampai router anda terdeteksi pada Netinstall.
Memasang kabel power


6. Setelah router anda terdeteksi, masukkan folder yang berisi file MikroTik RouterOS. Klik Browse, kemudian pilih folder yang berisi file MikroTik RouterOS.
Memasukkan file MikroTik RouterOS


7. Maka akan muncul file tersebut beserta deskripsinya, centang file tersebut kemudian klik Install untuk melakukan installasi MikroTik RouterOS.
Melakukan Installasi MikroTik RouterOS

Installasi MikroTik RouterOS sedang berlangsung.
Installasi MikroTik RouterOS sedang berlangsung


8. Setelah installasi selesai, anda dapat menutup jendela Netinstall.
Installasi MikroTik RouterOS selesai


9. Coba lakukan login menggunakan WinBox.
Melakukan login menggunakan WinBox


10. Setelah login berhasil, pada bagian title bar WinBox disana terlihat arsitektur dan versi RouterOS yang anda gunakan.
Mengecek Arsitektur dan Versi RouterOS


11. Anda dapat mengecek arsitektur dan versi router yang anda gunakan dengan mengklik menu System >> Resources
Mengecek Arsitektur dan Versi RouterOS


Demikianlah artikel pada kali ini tentang cara install ulang MikroTik RouterOS. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua yang masih belajar dan mendalami materi tentang MikroTik. Bagi anda yang masih kurang paham atau kurang jelas akan artikel yang saya sampaikan ini, anda dapat mengetikkan keluhan anda melalui kolom komentar. Terima kasih.